MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]
Tampilkan postingan dengan label mutsanna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mutsanna. Tampilkan semua postingan

Jika Mutsanna Menjadi Mudhof Atau Dimasuki Dhomir

Apabila kalimat idhofah di dalamnya terdapat isim mutsanna sebagai mudhofnya, maka kaidahnya sebagai berikut:

Mutsanna Menjadi Mudhof Dalam Keadaan ROFA'


Ketika rofa', NUN mutsanna dibuang dan alif ditetapkan. Contohnya:

- Asalnya: مُدَرِّسَانِ = dua bapak guru
- Idhofah: مُدَرِّسَا اللُّغَةِ = dua bapak guru bahasa.

Apabila dimasuki dhomir (selain ya mutakallim) maka bentuknya seperti ini:

- ذَانِكَ مُدَرِّسَاكَ  = itu dua bapak gurumu
- ذَانِكَ مُدَرِّسَاهُ  = itu dua bapak gurunya

Mutsanna Menjadi Mudhof Dalam Keadaan NASHOB atau JAR


Ketika nashob atau jar, NUN dibuang kemudian YA diberi harokat KASROH untuk membedakannya dengan jama' mudzakkar salim ketika mudhof dalam keadaan manshub. Contohnya:

- Asalnya: عَنْ مُدَرِّسَيْنِ = dari dua bapak guru.
- Idhofah manshub: رَأَيْتُ مُدَرِّسَيِ اللُّغَةِ = aku melihat dua bapak guru bahasa.
- Idhofah majrur: عَنْ مُدَرِّسَيِ اللُّغَةِ = dari dua bapak guru bahasa.

Apabila dimasuki dhomir (selain ya mutakallim) maka bentuknya seperti ini:

- عَنْ مُدَرِّسَيْكَ  = dari dua bapak gurumu
- رَأَيْتُ مُدَرِّسَيْكُمْ = aku melihat dua bapak guru kalian
- رَفَعَ يَدَيْهِ = dia mengangkat kedua tangannya

Silahkan belajar untuk memasukkan dhomir lainnya kecuali YA MUTAKALLIM, karena ia memiliki pembahasan tersendiri.

Dirangkum dari berbagai referensi dan melihat matan hadits
SELENGKAPNYA

Ya Mutakallim Pada Isim Maqshur, Isim Manqhus, Mutsanna dan Jama' Mudzakkar Salim

Dhomir YA MUTAKALLIM memiliki pembahasan tersendiri karena cara kerjanya yang berbeda dengan dhomir lainnya. Pada materi ini penulis merangkum kaidah YA MUTAKALLIM ketika memasuki sejumlah isim yang memiliki perlakuan khusus.

1. YA MUTAKALLIM PADA ISIM MAQSHUR


* KAIDAH I: YA MAQSHUR disukun kemudian YA MUTAKALLIM wajib FATHAH. Karena YA SUKUN ketemu YA FATHAH maka ia diidghom sebab sama wujudnya, sehingga menjadi tasydid.

Contoh: هُدًی (petunjuk) menjadi هُدَيَّ (petunjukKU).

* KAIDAH II: Menurut qiro'ah Bani Hudzail, YA MAQSHUR diganti dengan ALIF kemudian YA MUTAKALLIM wajib FATHAH. Kaidah ini yang penulis temukan dalam ayat.

Contoh: هُدًی menjadi هُدَايَ.

* YA MUTAKALLIM menjadi fathah dan mabni baik saat rofa', nashob, jar.

Catatan: Idghom adalah melebur dua huruf yang sama wujudnya atau dua huruf berbeda wujud tapi sama makhrojnya.

2. YA MUTAKALLIM PADA ISIM MANQHUS


* Pada isim manqhus, YA MUTAKALLIM wajib fathah lalu diidghom dengan YA manqhusnya sehingga menjadi tasydid.

Contoh: هَادِي (yang memberi petunjuk / petunjuk) menjadi هَادِيَّ (yang memberi petunjukKU / petunjukKU).

* Ini berlaku saat rofa', nashob dan jar.

3. YA MUTAKALLIM PADA ISIM MUTSANNA


* Ketika rofa', NUN dibuang, ALIF ditetapkan dan YA MUTAKALLIM wajib FATHAH.

Contoh: يَدَانِ (kedua tangan) menjadi يَدَايَ (kedua tanganKU).

* Ketika nashob dan jar, NUN dibuang, YA MUTAKALLIM wajib FATHAH kemudian diidghom dengan YA mutsanna-nya.

Contoh: يَدَيْنِ (kedua tangan) menjadi يَدَيَّ (kedua tanganKU).

4. YA MUTAKALLIM PADA JAMAK MUDZAKKAR SALIM


* Ketika rofa', NUN dibuang, WAW diganti YA SUKUN, huruf terakhir dikasroh, kemudian YA MUTAKALLIM wajib fathah lalu diidghomkan pada YA SUKUN.

Contoh: مُشَارِكُوْنَ (J: menemani / menyertai) menjadi مُشَارِكِيَّ (J: menemaniKU / menyertaiKU).

* Ketika nashob atau jar, NUN dibuang, kemudian YA MUTAKALLIM wajib fathah lalu diidghomkan pada YA jamaknya.

Contoh: بِمُصْرِخِيَّ (J: menolongKU), lihat Q.S Ibrahim : 22. Perhatikanlah bahwa kalimah tersebut diawali huruf jar بِ, sehingga terjemahan lengkapnya yaitu "dengan menolongku"

* Kalau Anda perhatikan bahwa bentuk nashob / jar diatas sama seperti bentuk rofa'nya. Kaidah ini berdasarkan pendepat jumhur qiroa'at.

* Sedangkan menurut qiroa'at Hamzah (sebagian qiro'at), ia dibaca بِمُصْرِخِيِّ (harokatnya kasroh).

* Jika huruf terakhir berharokat fathah dan bukannya dhommah seperti مُصْظَفَوْنَ, gunakan kaidah diatas lalu WAW dibuang menjadi مُصْظَفَيَّ.

Disimpulkan dari Kitab Alfiyah SELENGKAPNYA
Copyright © 2016 BELAJAR NASROF